• 14

    Jul

    Asyiknya Buka Bersama Setelah 17 Tahun

    Ramadhan bagi saya selalu lekat dengan kegiatan bernama bukber alias buka puasa bersama. Tiap tahun ada saja momen berkesan tiap kali berbuka bersama. Salah satu yang benar-benar membekas di hati adalah buka bersama di Ramadhan tahun 2013 lalu. Bagaimana tidak berkesan, kalau buka bersama itu terlaksana setelah 17 tahun lamanya lulus dari sekolah dasar? Eh, gimana ceritanya, tuh? Semua bermula dari keisengan saya. Saya memang harus bersyukur dengan kebiasaan saya berulah. #eh :P Jadi begini ceritanya …. Kami adalah alumni SDN Candirejo tahun 1996. Setelah lulus, beberapa dari kami masih ada yang satu sekolah di SMP. Begitu beranjak SMA dan kuliah, komunikasi benar-benar nyaris putus, kecuali kami yang bertempat tinggal satu kampung. Untungnya ada facebook; beberapa dari kami tanpa
  • 25

    Jul

    THR, Oh.. THR

    Kalau beberapa hari lalu saya sudah sedikit membahas soal mudik. Satu hal lagi yang pastinya membuat Ramadhan kita makin ceria adalah THR alias Tunjangan Hari Raya. Ngaku saja deh, siapa sih yang gak suka dengan yang satu ini? Pun termasuk saya. Hm, ya meski saya tidak mendapat THR dari redaksi. *oops, keceplosan! :P credit E tapi, daripada mupeng berkepanjangan gegara mengharap THR runtuh (durian kaliii.. :P , lebih baik saya berbagi kenangan yang indah-indah saja. #tsaaah :mrgreen: Ini berkaitan dengan kesibukan saya selain di redaksi, yup, tutor privat. Sebagai seorang tutor privat, jelang hari raya Idul Fitri seringkali menjadi saat-saat yang menyenangkan untuk menerima THR. Tidak selalu. Biasanya para orangtua siswa lebih sering memberi bingkisan saat periode les privat berakhir.. b
  • 22

    Jul

    Mudik Happy & Asyik?

    Mudik. Kita tentu sudah akrab dengan istilah yang satu ini. Tiap tahunnya, mudik seolah sudah menjadi sebuah tradisi bagi siapa saja yang merantau. Meski saya belum pernah sekalipun menikmati rasanya mudik, tetapi melihat orang-orang berduyun menuju kampung adalah hal yang menakjubkan. Sesekali terbersit pikiran tidak habis pikir, bagaimana bisa betah berdesakan seperti itu demi menuju ke kampung halaman? Ah, yang namanya sudah niat, seperti apapun kendala yang dihadapi, maju terus! Hehehe credit Meski demikian-bersemangat 45 untuk mudik-saya pikir, pemudik tetap perlu memperhatikan kenyamanan dan keamanan saat mudik. Sebagian orang lebih suka mudik menggunakan transportasi massal; sebagian lagi merasa jauh lebih nyaman dengan kendaraan pribadi, entah roda empat atau roda dua. Sayangnya,
-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me