• 11

    Jan

    Mengejar Ketertinggalan

    Tahun ini, tepatnya 26 April 2014 nanti, genap 4 tahun saya menikmati hari-hari di redaksi Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI). Sejauh ini masih banyak hal yang harus dikejar, utamanya adalah soal keterlambatan terbit. Jumlah cadangan naskah, keberkalaan terbit, dan status akreditasi menjadi hal penting setelah itu. Saat saya masuk akhir April 2010, redaksi memang pernah mengalami riwayat vakum terbit. Akibatnya, terbitan yang harus diurus kala itu baru edisi tahun 2008. Itupun sebagai pelaksana, kami harus memulai kembali dari nol–macam petugas SPBU saja. Karena kualitas cetakan edisi tahun 2007 mengecewakan, survei percetakan kembali dilakukan. Apa yang harus dikata, alangkah mustahil jika permohonan akreditasi diajukan dengan kondisi cetakan yang tidak memuaskan hati. Pe
  • 9

    Jan

    Menyimpan Obat di Rumah?

    Sebagai manusia yang memiliki beragam aktivitas, kita tentu tidak selamanya berada dalam kondisi fit dan sehat. Sangat wajar bila sesekali mengalami sakit atau terluka. Keberadaan obat di rumah sebagai salah satu upaya pertolongan pertama sebelum mendapat penanganan medis tentunya sangat membantu. Namun, pernahkah terpikir mengoreksi cara penyimpanan obat di rumah selama ini? Sudahkah sesuai prosedur dan aturan? Belajar dari banyaknya pengalaman tentang kekeliruan penyimpanan obat, mari kita menyediakan waktu menengok kembali tempat penyimpanan/kotak obat. credit Seperti apa sih menyimpan obat yang benar? Pertama sekali yang perlu dilakukan sebelum menyimpan obat adalah memperhatikan kebersihan kotak simpan itu sendiri. Obat sebaiknya disimpan pada tempat yang bersih, kering, sejuk, terl
  • 5

    Jan

    Ketika Si Kecil Divonis Diabetes

    Hai, Sahabat! :) Kali ini update Catatan Phie masih akan menyambung postingan sebelumnya mengenai diabetes. Diabetes. Penyakit akibat kurang optimalnya metabolisme gula darah oleh hormon insulin ini tidak saja menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Kasus diabetes pada anak di Indonesia mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Perubahan pola hidup rupanya tidak saja mengimbas para manusia dewasa, anak-anak pun berpeluang menderita diabetes. Biasanya tipe diabetes yang diderita anak-anak adalah diabetes tipe 1 (juvenile diabetes). Pankreas penderita diabetes tipe ini tidak mampu menghasilkan cukup hormon insulin untuk mengubah gula darah menjadi glikogen (gula hati). Keadaan ini mengakibatkan penderitanya memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk mengontrol kadar gula dara
  • 4

    Jan

    Mengenali Diabetes? Penting!

    Istilah diabetes atau kencing manis tentu sudah jamak kita dengar. Perubahan pola hidup ke arah praktis dan mudah menggiring manusia untuk cenderung melakukan hal-hal praktis, termasuk menyantap menu makanan siap saji. Akibatnya asupan karbohidrat ke tubuh sering tidak terkendali. Belum lagi kesibukan pekerjaan dituntut serba cepat dapat membebani pikiran dan bila dibiarkan menumpuk akan berakibat pada stress. Perpaduan beberapa hal tersebut dalam rutinitas sehari-hari lambat laun akan memunculkan efek samping terhadap kesehatan, satu di antaranya diabetes. Psst …. Tumben ya saya posting hal serius macam begini setelah sekian lama tidak update di Catatan Phie? ;) Sebagai keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat diabetes mellitus, saya tentu kudu, harus, bin wajib ‘ain unt
  • 16

    Nov

    Sehari Tanpa Gadget: Bisa 'Mati Gaya'

    Gadget dan gaya hidup masa kini seolah sudah tidak dapat dipisahkan lagi. Sebagian besar penggunanya merasakan hidup lebih mudah karena kehadiran si gadget. Entah karena terbantu dalam urusan komunikasi, akses informasi, atau juga karena berhasil terlihat keren dan tidak dianggap kudet (kurang update) *eh. :lol: credit Saya sendiri sebagai salah satu pengguna gadget–meski bukan gadget mahal–merasa bahwa kebutuhan akan gadget saat ini makin penting, terutama jika saya berada di luar rumah. Saya dapat dengan mudah memberi kabar kepada ibu semisal saya harus pulang terlambat atau ada urusan lain. Sama halnya dengan urusan pekerjaan; gadget juga mempermudah urusan saya di redaksi. Tanpa ponsel, apa mungkin saya bisa berkomunikasi dengan para penulis, penelaah, dan pelanggan jurnal
  • 20

    Oct

    Celoteh Perempuan Angin

    Aku selalu berharap Tuhan mengizinkan aku tetap melakukan hal ini. Sesuatu–yang mungkin menurut banyak orang di luar sana–terlihat bodoh, tetapi bagiku sangat berarti. Aku suka memeluk pohon dan menikmati teduhnya kanopi. Ya, dua hal sederhana itu selalu membuatku kerasan menjadi perempuan angin. Aku mengagumi pepohonan yang memberi tanpa mengerti hendak diberi imbalan apa oleh manusia dan makhluk di sekitarnya. Jika terngiang aku pada pelajaran ilmu faal tumbuhan, pada reaksi gelap-terang, fotosintesis, asimilasi, dan lain hal; maka semakin kagumlah aku pada ciptaan Tuhan yang satu itu. Lalu, syukurku pun unjuk kepada-Nya. Betapa Ia Sang Maha Daya; telah mengatur segala rupa hal di dunia ini tanpa cela. Tak terhitung sebanyak apa, tetapi sungguh kehadiran pepohonan dan tumbu
  • 11

    Sep

    Gadis Jambu

    Sebagian orang mungkin akan mengernyitkan dahi ketika saya menyebut salah satu kesukaan saya semenjak kanak-kanak adalah memanjat pohon. Entah bilamana kebiasaan ini bermula, tetapi yang saya ingat memanjat pohon memang mengasyikkan. Saya bisa berjam-jam di atas pohon. Apalagi ketika orang tua tidak keberatan saya menjadi Tarzein kecil (karena saya perempuan :lol: ) sepulang sekolah. Bukan tanpa peringatan, ibu dan bapak selalu mengingatkan saya untuk berhati-hati. Beberapa pohon sudah pernah saya panjat. Rambutan, kelengkeng, kersen, beberapa jenis jambu (jambu air, jambu biji, jambu mete), sawo, belimbing, juga melinjo yang getas dan rapuh batangnya. Tidak terhitung berapa kali saya terjatuh, apalagi ketika memanjat pohon melinjo. Jatuh dari pohon adalah risiko, tetapi anehnya saya tida
  • 31

    Aug

    #CeritaDariKamar #31 Grey, Sebuah Jawaban "Mengapa Repot Menulis?"

    Sebagai penutup #CeritaDariKamar, saya akan memberi jawaban tentang sebuah pertanyaan yang muncul di hari ke-17 lalu. Benda ini adalah salah satu bukti mengapa saya repot-repot menulis. Bukan saja karena saya senang, tetapi juga karena menulis itu menghasilkan! ;) Hasil? Masih ingat kan dengan buku Helvy Tiana Rosa, Menulis Bisa Bikin Kaya? Well, kekayaan itu tidak selalu berupa materi memang. Namun, setidaknya benda satu ini merupakan salah satu bukti pencapaian saya selama tiga tahun menulis di blog. Grey Perkenalkan, namanya Grey, si laptop abu-abu yang saya peroleh karena menang hadiah utama lomba review blog tahun 2012. Sebenarnya hadiah utama bukan berupa laptop, melainkan sebuah iPad 2. Cuma karena saya pikir akan jauh lebih bermanfaat jika diwujudkan menjadi laptop; maka saya pu
  • 30

    Aug

    #CeritaDariKamar #30 Sekotak Impian

    Sekotak impian. Biar saya namakan kotak hijau ini demikian. Sebenarnya sederhana saja bentuknya, seperti kotak plastik biasa. Yang istimewa, karena kotak ini menyimpan kisah dan segala impian saya sejak memiliki buku catatan harian pertama hingga ketujuh. Jadi kalau di hitung-hitung sejak tahun 1996 pertengahan hingga pertengahan tahun 2002, ya sekitar 6 tahun. enam buku harian lux yang saya simpan di kotak impian Impian pertama yang saya tulis di buku pertama, kedua, dan ketiga ada kemiripan. Tidak lain yaitu bisa lolos ujian nasional (kala itu masih bernama EBTANAS) dengan NEM memuaskan dan diterima bersekolah di sekolah menengah umum negeri favorit di kota Jogja. Saya merasa bersekolah di desa kurang saingan. Ya, kala itu saya diterima di SLTPN 3 Ngaglik (sekarang SMPN 3 Ngaglik) yan
  • 29

    Aug

    #CeritaDariKamar #29 Selembar Ringgit Gratis

    Salah satu kelebihan memiliki teman yang bersekolah di luar negeri adalah dibawakan souvenir khas. Setidaknya itulah yang pernah saya alami beberapa kali. Sepertinya termasuk juga benda yang akan saya bagi kisahnya di hari ke-29 #CeritaDariKamar ini. Ya, sekalipun bukan benda yang lazim digunakan sebagai souvenir, tapi kenangannya senilai. Apa sih? Ini dia fotonya! :) selembar souvenir dari Anthrox Lhoo, bukankah itu selembar uang? Iya, bisa dibaca sendiri kan? Di foto tersebut tertulis “Bank Negara Malaysia”. Hayoo, mata uang Malaysia apa namanya? Benar, ringgit! Selembar uang ringgit ini adalah pemberian seorang teman yang kala itu hampir menyelesaikan pendidikan master (S2)-nya di UPM, Malaysia. Nama aslinya Masanto, berasal dari sebelah negeri Laskar Pelangi (baca: Pula

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me