• 29

    Aug

    #CeritaDariKamar #29 Selembar Ringgit Gratis

    Salah satu kelebihan memiliki teman yang bersekolah di luar negeri adalah dibawakan souvenir khas. Setidaknya itulah yang pernah saya alami beberapa kali. Sepertinya termasuk juga benda yang akan saya bagi kisahnya di hari ke-29 #CeritaDariKamar ini. Ya, sekalipun bukan benda yang lazim digunakan sebagai souvenir, tapi kenangannya senilai. Apa sih? Ini dia fotonya! :) selembar souvenir dari Anthrox Lhoo, bukankah itu selembar uang? Iya, bisa dibaca sendiri kan? Di foto tersebut tertulis “Bank Negara Malaysia”. Hayoo, mata uang Malaysia apa namanya? Benar, ringgit! Selembar uang ringgit ini adalah pemberian seorang teman yang kala itu hampir menyelesaikan pendidikan master (S2)-nya di UPM, Malaysia. Nama aslinya Masanto, berasal dari sebelah negeri Laskar Pelangi (baca: Pula
  • 28

    Aug

    #CeritaDariKamar #28 Si Kriwil, Gantungan Kunci

    Si Kriwil sebut saja benda ini begitu. Gampang karena memang saya ambil dari rambutnya yang kriwil. Benda punya rambut? Ya, benda ini bukan boneka utuh, melainkan sebuah gantungan kunci berbentuk kepala yang tergantung di kunci pintu kamar saya. Dari sekian banyak benda yang telah saya kisahkan di #CeritaDariKamar sebelumnya, si Kriwil termasuk yang datang tanpa saya minta (baca: pemberian orang lain). Kalau saya tak keliru ingat, kala itu saya masih dalam tahap penelitian untuk menyusun skripsi, ada mungkin 6 atau 7 tahun lalu. Si Kriwil bukan sembarang gantungan kunci. Bentuknya yang berupa kepala itu permukaannya lembut dan kalau ditekan, dia bisa tertawa dan bicara. Ih, yakin bicara? Bukan horor lho …. Miriplah dengan suara robot. Banyak kok mainan yang bisa begitu kalau ditekan
  • 27

    Aug

    #CeritaDariKamar #27 Hiasan Dinding Kreasi Ibu

    Siapa anak yang bangga jika di dalam kamarnya dipajang hasil karya sang ibu? Bolehlah saya ikut mengacungkan jari menjawabnya. Kamar saya termasuk sepi hiasan dinding dan peralatan elektronik mahal. Jadi kalau saya sering berkisah tentang barang-barang kecil dan remeh di #CeritaDariKamar, ya maaf, memang karena adanya itu. Yang mahal bagi saya bukan harganya, tetapi kenangannya. :) Well, bicara soal hiasan dinding, di kamar saya hanya ada dua buah hiasan dinding; keduanya karya ibu yang sejak beberapa tahun mejeng dengan anggunnya. Yang satu berupa sebingkai lukisan kristik, besar, dengan gambar dua burung bertengger di dahan pohon; yang satu lagi, hmm … bagaimana harus mendeskripsikannya ya? Biar gampang, ini dia fotonya! :D hiasan dinding kreasi ibu Saya berani menjamin, tidak
  • 26

    Aug

    #CeritaDariKamar #26 Novel Memang Jodoh

    Jika bicara soal kamar, itu ibarat sebuah wilayah teritorial. Apalagi jika disangkutpautkan dengan penghuni kamar yang biasa saya bagi menjadi dua, yaitu penghuni tetap dan penghuni musiman. Ckckck saya sudah seperti petugas sensus ya? Hehehe, ya bisa jadi . :lol: Seperti halnya benda yang akan saya bagi kisahnya di hari ke-26 #CeritaDariKamar. Novel terakhir karya satrawan besar Indonesia ini boleh dibilang penghuni musiman. Pas saja ia datang dan menghuni kamar saya sekitar sejak 2 minggu terakhir. Ini dia novel yang saya maksud. novel Memang Jodoh, salah satu penghuni musiman :D Pencinta karya sastra Indonesia tentu sudah akrab dengan nama beliau, Marah Rusli. Sastrawan yang juga berprofesi sebagai seorang dokter hewan ini sebelumnya telah menelurkan beberapa karya. Salah satunya,
  • 25

    Aug

    #CeritaDariKamar #25 Oleh-oleh dari Menoreh

    Sebenarnya sudah sejak lama saya mendengar kemasyhuran bukit Menoreh, tetapi pertama kalinya saya berkesempatan menjenguk tempat ini baru bulan Februari lalu, tepatnya 17 Februari 2013. Sebuah acara yang diberi nama “Menanam Cinta di Bukit Menoreh” (MCBM) dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam di lereng Menoreh. Lalu siapa yang berada di balik kegiatan ini? Benda yang akan saya kisahkan di hari ke-25 #CeritaDariKamar ini akan memberi petunjuk. Ini dia fotonya! :) stiker acara MCBM-Shalinkers & Walhi Jogja Bisa dibaca kan? Ya, ini adalah oleh-oleh stiker dari Sahabat Lingkungan; salah satu bagian dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Bagaimana saya pada akhirnya bisa terlibat dalam kegiatan ini, hmm … bukan sebuah kebe
  • 24

    Aug

    #CeritaDariKamar #24 Si Ijo, Tas Logistik Pribadi

    Kalau ditanya sejak kapan saya memfavoritkan warna hijau dan biru, ah … itu sedikit susah menjawabnya. Dua warna alam itu memang jadi kegemaran saya sejak …., entah kapan hehehe dan tentunya mendengar kata hijau atau ijo, akan membawa ingatan saya kepada sebuah benda yang tersimpan di rak dalam kamar. Saya tak selalu memakai benda ini. Ia hanya akan saya gunakan jika sedang bepergian keluar rumah, entah keluar kota atau hanya menginap di rumah teman selama beberapa hari, misalnya. Jadi Ijo adalah penghuni setia kamar saya. Ini dia foto si Ijo. :) kenampakan luar si Ijo Sekalipun kelihatan “apaan sih”, Ijo adalah saksi bisu saya selama melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat beberapa tahun lalu. Sahabat tentu masih ingat dengan gempa tektonik DIY-Jateng
  • 23

    Aug

    #CeritaDariKamar #23 Buku Diary ke-10: Ketika Menulis Harus Ngirit

    Bisakah membayangkan bagaimana jika seorang remaja mengalami masa paceklik? Sementara di sisi lain masih banyak sekali impiannya yang belum terwujud? Saya termasuk salah satunya, tapi saya pikir kondisi saya sepeninggal bapak masih jauh lebih baik dari mereka yang kehilangan segalanya. Ah, saya tidak bermaksud membandingkan hidup saya dengan orang lain. Saya yakin, tiap orang punya cara masing-masing untuk tetap berbahagia dan bersyukur seperti apapun kondisi kehidupannya. Lalu, bagaimana dengan saya yang kala itu sedang gemar menulis; gemar mengabadikan kisah sebagai mahasiswa baru sebuah perguruan tinggi negeri? Buku harian lux yang tadinya mudah saya dapatkan dari hasil membelanjakan uang saku dari bapak sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga … terpaksa hanya tinggal impian
  • 22

    Aug

    #CeritaDariKamar #22 Mimpi Buruk di Balik Kartu Tunggu

    Entah, saya tak mengerti harus memulainya dari mana. Mengisahkan sebuah kejadian yang membuat saya gelisah sungguh tidak pernah mudah. Selama ini yang saya bagi di #CeritaDariKamar adalah benda-benda dengan kenangan manis. Sayangnya kehidupan tak pernah seperti yang selalu ada di fairytale, h-a-p-p-i-l-y e-v-e-r-a-f-t-e-r. Kadang ada saja yang dibiarkan Tuhan berakhir menggantung atau malah sedih … entahlah, tapi, semoga apapun yang jadi ‘mimpi buruk’ bagi saya, bisa dijadikan pelajaran berharga untuk setiap diri kita. Aamiin. Ini dia benda yang akan saya bagi kisahnyadi hari ke duapuluh dua. Sebuah kartu tunggu rumah sakit. Ada sebuah nama tertulis di sana. Sebuah nama yang tak pernah bisa saya lupakan bahkan hingga kini, 4,5 tahun setelah kejadian itu. di sebaliknya a
  • 21

    Aug

    #CeritaDariKamar #21 F4? Jadi Ingat ....

    Ketika saya mendengar kata F4, ada dua hal yang secara spontan terlintas dalam benak. Yang pertama adalah kertas, hehe mentang-mentang kerja di redaksi berkutat di sekitar tumpukan artikel dan kertas … jadilah kode ukuran kertas folio itu saya ingat baik. Lalu yang kedua? Kode F4 akan mengingatkan saya pada masa lalu *ciyee uhukk!* :P Eh, tapi ini bukan sembarang masa lalu lho. Bukan pula masa kelam … isssh, bukan! :D Jadi apa dong? :?: Ini dia yang akan saya bagi kisahnya di #CeritaDariKamar hari ke duapuluh satu. F4 yang berikutnya berhubungan dengan idola. Mungkin apa yang terjadi pada diri saya ini bisa diidentikkan dengan remaja zaman sekarang. Mereka kan banyak yang nge-fans sama artis Korea, termasuk adik-adik sepupu saya. Di awal tahun 2000-an, boleh dibilang saya ter
  • 20

    Aug

    #CeritaDariKamar #20 Tentang si Asisten

    Asisten? Wuiiih, gaya nian! Rasa-rasanya saya seketika berubah menjadi orang penting bila menyebut kata ini. Haha ya bisa jadi … seolah saya menjadi seorang profesional. Oh, begitu ya? :P :lol: Sayangnya yang akan saya bagi di hari keduapuluh #CeritaDariKamar ini bukan seorang asisten seperti yang biasanya bertemu dengan saya di kampus, melainkan sepasang asisten. Nah lhoo! Bingung kan? :mrgreen: Baiklah, saya akan memulai cerita. Mengacu pada kata ’sepasang’, berarti asisten saya ini ada dua. Hanya saja, tanpa ada kedua benda ini pekerjaan saya tidak akan berjalan. Dengan kata lain, peran mereka saling melengkapi. Mau tahu benda apa yang saya maksud? Ini dia! si asisten Sekar, cantik kan dia? :P Dilarang tertawa! :P Sebagai orang yang suka menulis, buku notes dan pul

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me