Kenalan dengan Format Kompetisi Puisi, yuk!

4 Jan 2015

Bicara kompetisi, kontes, lomba, atau apapun istilahnya; rasanya sampai kapan pun akan tetap terlihat menarik di mata saya. Bisa jadi itu dipengaruhi oleh golongan darah saya. :lol: Saya pernah baca, para O dikenal sebagai manusia bersemangat, antuasias, dan suka berkompetisi. Baiklah, saya tidak akan menyangkal. Ya, sejauh ini tiga hal tersebut memang menggambarkan sebagian diri saya. :mrgreen:

Bentuk kompetisi bisa bermacam macam. Makin hari, panitia semakin kreatif saja membuat aturan, tak terkecuali kompetisi puisi. Berdasar pengalaman, untuk kompetisi puisi ada beberapa format:

1. Secara tertulis

Puisi ditulis, dikirim dalam bentuk file (misal format MsWord sejenisnya); atau ditulis di media online (blog, notes facebook, dsb.). Format ini saya lihat paling umum digunakan.

2. Secara lisan (mengirim rekaman/file audio)

Panitia menyiapkan naskah puisi, peserta lomba diwajibkan untuk merekam suara saat membacakan puisi, selanjutnya rekaman yang diajukan untuk kompetisi dikirim via e-mail dalam bentuk file audio. Format semacam ini pernah saya temui saat mengikuti lomba puisi Heartline FM pada Agustus 2014 lalu.

3. Secara tertulis dan lisan via media online

Panitia menentukan tema, lalu meminta peserta untuk menulis puisi sekaligus merekam. Hasil rekaman kemudian diunggah ke media online (misal SoundCloud atau YouTube). Pendaftaran dilakukan dengan mengirim link/url rekaman via e-mail. Format semacam ini saya temui saat mengikuti Sound of Love dalam rangka ulang tahun ketiga penerbit LeutikaPrio pada akhir November 2014 lalu.

Berikutnya? Saya pikir, format-format lain akan muncul lagi nanti. Tentu saja, disesuaikan pula dengan perkembangan teknologi dan kreativitas penyelenggara. Sahabat berminat maju mengadu kemampuan berpuisi? Perhatikan baik-baik peraturannya, ya! Selamat berkompetisi! ;)


TAGS kompetisi puisi format lomba puisi


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me