Belajar Ber-Food Combining

3 Jan 2015

Alhamdulillah, goal saya jelang tahun 2015 bertambah lagi. Kalau di tahun 2013 dan 2014 saya sudah memulai beberapa goal di lingkup finansial (asuransi kesehatan+jiwa, investasi reksadana), maka dua minggu terakhir bulan Desember saya mulai goal selanjutnya: food combining.

Mengapa saya tertarik dengan food combining?

Alasannya sederhana, saya ingin sehat jangka panjang. Niat awal ini dikuatkan dengan riwayat diabetes mellitus dari sesepuh, dari garis Bapak sekaligus Ibu. Sementara, saya gak bisa menolak satu hal ini: saya bertambah tua saban harinya. Memang mau sampai kapan saya menunda untuk mengubah gaya hidup?

Akhirnya, setelah beberapa waktu mempelajari konsep dasarnya dari blog Suhu Erikar Lebang, dan beberapa sumber lain, bismillah … saya mulai untuk belajar ber-food combining. :D

Ini dia yang biasa saya lakukan sebagai rutinitas:

1. Pagi-pagi kencan dengan Nona Jeniper. Siapa, tuh? Bukan Jeniper Lopez atau Jeniper Aniston lho, tapi Jeruk-nipis-peras, disingkat jeniper. :lol: Pertama siapkan dulu air putih hangatnya, lalu peras si jeruk nipis di atas air, kemudian diminum sedikit demi sedikit sambil dikulum-kulum. Tidak ada campuran gula atau madu. Tidak perlu cemas juga dengan rasanya yang asam.

2. Sarapan buah (sering disingkat sarbu) sampai pk. 11.00. Pilih buah-buahan matang pohon, bukan yang mengkal. Buah dikonsumsi secara eksklusif saat perut masih kosong, bukan seperti yang kebanyakan dilakukan: buah dimakan di akhir makan besar.

3. Makan besar dilakukan pada rentang pk. 12.00 s.d. pk. 20.00. Makan siang/makan malam dengan memilih salah satu kombinasi: pati+sayuran+protein nabati (kombinasi 1) atau sayuran+protein hewani (kombinasi 2). Prinsipnya tidak boleh mencampur pati dengan protein hewani. Kalau makan siang sudah mengkonsumsi kombinasi 1, maka makan malam dilengkapi dengan kombinasi 2.

mulai akrab sama menu mentah: krauk! :mrgreen:

mulai akrab sama menu mentah: krauk! :D

Selain tiga hal itu, saya juga belajar mengatur diri untuk mengunyah makanan sampai minimal 30 kali kunyahan dan mengatur minum (minum setelah makan maksimal 1/2 gelas kecil dan hanya air putih). Petunjuk pelaksanaan lebih lengkap saya peroleh dari grup FB Food Combining Indonesia. Sahabat yang tertarik, silakan bergabung. :) *salim*

Sebagai newbie, saya belum begitu banyak bisa berkisah soal pengalaman ber-food combining, selain badan terasa lebih enteng saat ini.

O ya, ada seorang teman yang pernah menyampaikan kekhawatirannya soal kebiasaan makan baru ini. Katanya, “Apa nanti Mbak gak malah tambah kurus?”

Saya hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. “Kita lihat saja nanti.” jawab saya.

Di balik jawaban itu tersimpan sebuah rasa percaya, bahwa tubuh yang sehat akan mencari keseimbangannya sendiri, termasuk berat badan ideal. Jadi, saya tidak pernah khawatir menjadi lebih kurus, selama saya makan sesuai petunjuk. Bisa jadi saya malah tambah gemuk. Iya, kan? Siapa tahu?! :lol:

Cerita lain, beberapa saya cuitkan di TL twitter. Mudah-mudahan kalimat setengah mengeluh ini gak akan lagi muncul hehehe. :mrgreen:

Sekian sedikit cerita soal si newbie yang sedang belajar ber-food combining. Mudah-mudahan tahun 2015 ini, saya tetap istiqomah dan terus #HappyFoodCombining. Aamiin. :)


TAGS food combining belajar mengatur pola makan Food Combining Indonesia goal 2014 diabetes mellitus


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me