Sedikit Cerita soal Argalitha

22 Dec 2014

Argalitha, demikian namanya lebih dikenal di dunia maya. Di awal perkenalan kami tahun 2013 lalu, seingat saya, ia tak memakai nama ini sebagai nama akun facebook. Coba saja lihat bukti percakapan kami per 20 April 2013 berikut ini:

screenshoot percakapan pertama saya dengan Argalitha via facebook

screenshoot percakapan pertama saya dengan Argalitha via facebook

Percakapan di atas dimulai jelang kopdar perdana kami di acara komunitas TDA Yogyakarta dan Freelancer Indonesia di Edu Hostel, Jalan Ngampilan. Akun yang ia pakai kala itu adalah Tha Artha. Eh, tapi kok, nama akunnya tertulis Facebook User, ya? Kurang tahu juga. Mungkin akun ini di-deactive atau memang sudah dihapus oleh si empunya dan pindah ke lain hati menjadi yang sekarang ini, Argalitha.

Secara personal, kala itu saya tidak akrab dengan Argalitha. Lha wong kenalnya saja di grup KEB; ngobrol di inbox juga karena urusan registrasi kopdar dan bertukar nomor ponsel. Ya, meski bagaimana, yang namanya blogger kalau sudah ngobrol … ah, jangan tanya, sok kenal sok dekat itu harus! :lol:

Setelah inbox-inbox-an itu, kami pun janjian datang ke acara tersebut. Ketemu pun di tempat tinggalnya saat itu, di bilangan Jalan Palagan Tentara Pelajar. Iya, kami berangkat sama-sama sore itu. Alhamdulillah, saya dapat pinjaman motor, jadi Tha gak kagok duduk di jok Ezy, motor tua saya, hihihi. :P

Pertemuan pertama itu sekaligus membocorkan sebuah kebiasaan saya kepada Tha: sandal gunung. Ya, petang itu saya mengendarai motor sambil memakai Aka si sandal gunung, sementara saya pakai gamis. Mungkin gak nyambung, ya. E tapi kalau sudah nyaman begitu, saya jarang memperhatikan pendapat orang lain memang. :P Apapun yang saat itu saya pakai, saya lihat Tha tidak ambil pusing. Syukurlah. ;) Lagipula saat di parkiran, saya simpan si Aka dan ganti sepatu kok. :mrgreen:

Well, saya jadi terpikir ingin tanya pada Tha soal pendapatnya saat melihat saya pakai sandal gunung. Apa hal ini tergolong nyleneh atau tidak? Jangan-jangan ia alergi dengan hal freak macam itu. :lol:

Ok, lanjut! Bicara soal Tha, di mata saya, ia keren. Bagaimana tidak, ia sudah bisa live tweet pas acara. Iya, berbekal netbook putih dan modem, ia beraksi mengambil intisari perbincangan para narasumber menjadi serial tweet. Berkat live tweet-nya itulah ia akhirnya memenangkan sebuah flashdisk dari Freelancer Indonesia. Yeay!

Bermula dari sinilah saya mulai mengamati, lalu mengambil kesimpulan sementara: Tha termasuk quiz hunter, tak cuma di twitter, di blog juga iya. Sama seperti saya, tapi mungkin levelnya lebih tinggi Tha. :lol: *salim suhu quiz hunter*

Satu hal lagi, Tha bukan blogger yang pelit berbagi ilmu, lho. Kalau ia memenangkan sesuatu ia akan membagi kiat agar pembaca blognya juga bisa menang seperti dirinya. Misalnya, tulisan soal tips memenangkan buku gratis di giveaway Goodreads yang saya baca terakhir kali saat saya mampir ke blognya. Bahkan, ia sering juga menggelar giveaway. Seingat saya, dua kali ini saya ikut giveaway-nya Tha. Terus kamu kapan, Phie? Saya mengaku kalah untuk urusan menggelar hajatan begini, hiks, kudu belajar lebih banyak dari Tha. :)

Well, orang boleh bilang apa saja soal Argalitha, tapi saya berharap Tha tetap menjadi sosok yang membumi dan menginspirasi, seperti tercermin pada niatnya menjadi bidan yang kian teguh karena sosok bidan Robin Lim. Semoga.

Mau kenalan sama Argalitha,
ikutan aja giveaway di www.argalitha.pw


TAGS giveaway Argalitha


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me