Menyusui = Gemuk, Masa Sih?

16 Jan 2014

Memiliki buah hati adalah sebuah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya. Perempuan sempurna tentu diberikan kemampuan untuk menurunkan keturunan. Di satu sisi, ada kebahagiaan manakala bisa menjadi ibu. Di sisi lain, pertambahan berat badan selama masa kehamilan bagi sebagian perempuan masih menjadi sumber kecemasan. Namun, semestinya para ibu tidak perlu khawatir lagi. Selama mampu menyusui dan merawat sendiri bayi dengan cermat, sebagian masalah berat badan akan secara otomatis menemukan solusinya.

ibu-menyusuicredit

Bisa begitu? Bagaimana mungkin? Pengalaman juga belum, Phie :P

Benar, saya memang belum pernah menjadi ibu, tetapi daripada hasil membaca tidak saya bagi :D …. Jadi, hal yang tadi saya singgung (menyusui vs gemuk, red.), berdasar penelitian seorang ahli nutrisi, Cheryl Lovegood, memiliki solusi sederhana. Ia mengemukakan bahwa setiap kali seorang ibu menyusui, 500 kalori dari tubuhnya akan berkurang. Jumlah ini sama dengan kalori yang terbuang saat berlari selama 60 menit.

Selain itu, menurut American Academy of Pediatrics, ibu yang menyusui selama enam bulan ekslusif setelah melahirkan akan mengalami penyusutan rahim lebih cepat ke ukuran normal dibanding ibu yang tidak menyusui bayinya.

Nah, jadi sebenarnya sebagai perempuan, saya tidak perlu khawatir jika nanti tiba pada masanya menyusui. Bukankah justru dengan menyusui, bonding ibu-anak akan makin baik? Urusan gemuk, itu sudah ada solusinya. :mrgreen:

Tentu saja, masih diperlukan upaya lain agar mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ibu yang akan melakukan program pelangsingan tubuh dianjurkan memulainya setelah bayi berusia setidaknya enam bulan/setelah masa menyusui eksklusif berakhir. Beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu yang ingin langsing adalah

1. Tetap mengurus bayinya tanpa menyerahkan kepada pengasuh/baby sitter.

2. Menerapkan kombinasi pengaturan pola makan dan latihan fisik untuk mendukung keberhasilan program pelangsingan.

Tidak perlu melakukan yang terlalu keras, gerakan olahraga ringan seperti mengangkat-menahan selama beberapa detik-menurunkan kedua kaki setinggi 45 derajat bergantian secara rutin mampu mengencangkan otot perut dan rahim. Berlari pagi/jogging secara rutin tiga kali seminggu selama minimal 20 menit akan meningkatkan stamina tubuh.

Yang penting adalah melakukannya dengan senang hati dan selalu memprioritaskan kesehatan tanpa terlalu berambisi karena kesehatan bayi sangat bergantung pada kondisi ibundanya. Semoga tulisan ringkas ini bermanfaat dan … selamat menyusui! :D


TAGS menyusui gemuk tips langsing untuk ibu menyusui


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me