Mengenali Diabetes? Penting!

4 Jan 2014

Istilah diabetes atau kencing manis tentu sudah jamak kita dengar. Perubahan pola hidup ke arah praktis dan mudah menggiring manusia untuk cenderung melakukan hal-hal praktis, termasuk menyantap menu makanan siap saji. Akibatnya asupan karbohidrat ke tubuh sering tidak terkendali. Belum lagi kesibukan pekerjaan dituntut serba cepat dapat membebani pikiran dan bila dibiarkan menumpuk akan berakibat pada stress. Perpaduan beberapa hal tersebut dalam rutinitas sehari-hari lambat laun akan memunculkan efek samping terhadap kesehatan, satu di antaranya diabetes.

Psst …. Tumben ya saya posting hal serius macam begini setelah sekian lama tidak update di Catatan Phie? ;) Sebagai keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat diabetes mellitus, saya tentu kudu, harus, bin wajib ‘ain untuk mengetahui seluk beluk penyakit ini. Jadi, lanjut ya? :)

Apa itu diabetes? Diabetes adalah penyakit karena pankreas (penghasil hormon insulin) tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang akan disimpan dalam hati atau karena sel-sel tidak mampu merespons insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula dalam darah pun berlebih.

pengelolaan-diabetescredit

Diabetes dikenal sebagai penyakit turunan. Orang yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit ini berisiko enam kali lebih besar dibanding dengan yang tidak. Namun, bukan berarti orang yang dalam keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit ini terbebas sepenuhnya dari ancaman diabetes. Lalu, seperti apa gejala-gejalanya? Gejala diabetes meliputi 3P, yaitu:

  1. Polyuria atau meningkatnya frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari.
  2. Polyphagia atau meningkatnya nafsu makan.
  3. Polydipsia atau mudah merasa haus.

Adapun dua tipe diabetes, yaitu:

Tipe 1. Penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi cukup insulin untuk memetabolisme gula darah, sehingga memerlukan suntikan insulin ke dalam tubuhnya. Diabetes tipe 1 juga dikenal dengan istilah juvenile diabetes.

Tipe 2. Sel-sel tubuh penderita diabetes tipe 2 mengalami kesulitan untuk merespons insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas. Tipe ini tidak mengalami ketergantungan terhadap suntikan insulin. Penderita diabetes tipe 2 dapat mengendalikan kadar gula dalam darah dengan mengasup obat dan mengatur pola dan jenis makanan. Diabetes tipe 2 dikenal dengan istilah adult-onset diabetes.

Ayah saya (alm.) adalah penyandang diabetes tipe 2. Beliau meninggal dunia pada Juli 2000 setelah sekitar 6 tahun menanggung penyakit ini. Sedih jika mengingat kembali kisah beliau, tetapi saya pikir bersedih saja takkan cukup. Setidaknya dengan mengenali gejala dan tipe diabetes, orang-orang yang berisiko seperti saya, lebih siap menghadapi segala kemungkinan. Semoga tulisan ringkas ini bermanfaat.


TAGS diabetes kencing manis gejala diabetes insulin tipe diabetes kesehatan pemyakit dalam


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me