Gadis Jambu

11 Sep 2013

Sebagian orang mungkin akan mengernyitkan dahi ketika saya menyebut salah satu kesukaan saya semenjak kanak-kanak adalah memanjat pohon. Entah bilamana kebiasaan ini bermula, tetapi yang saya ingat memanjat pohon memang mengasyikkan. Saya bisa berjam-jam di atas pohon. Apalagi ketika orang tua tidak keberatan saya menjadi Tarzein kecil (karena saya perempuan :lol: ) sepulang sekolah. Bukan tanpa peringatan, ibu dan bapak selalu mengingatkan saya untuk berhati-hati.

Beberapa pohon sudah pernah saya panjat. Rambutan, kelengkeng, kersen, beberapa jenis jambu (jambu air, jambu biji, jambu mete), sawo, belimbing, juga melinjo yang getas dan rapuh batangnya. Tidak terhitung berapa kali saya terjatuh, apalagi ketika memanjat pohon melinjo. Jatuh dari pohon adalah risiko, tetapi anehnya saya tidak pernah jera memanjat pohon. Dasar bandel! :P

mari memanjat pohon jambu :D

mari memanjat pohon jambu :D

Di antara sekian banyak pohon di kebun, ada sebuah pohon yang menjadi markas saya. Letaknya di depan rumah kami. Sebuah pohon jambu biji merah, lumayan tinggi. Mungkin sekitar 10 meter. Sebenarnya ada dua buah pohon jambu yang tumbuh di halaman rumah. Yang di halaman depan rumah, warna bijinya merah; sementara yang di halaman samping barat rumah, berbiji putih. Yang lebih sering saya panjat adalah pohon yang di depan rumah. Selain karena lebih manis rasa daging buahnya, cabang mendatarnya lebih besar, kokoh, dan banyak untuk saya panjat. Alhasil, setiap pulang sekolah saya selalu nangkring di pohon jambu itu.

Bila ditilik dari segi ilmiah, jambu biji bernama latin Psidium guajava. Menurut wikipedia (sumber: id.wikipedia.org/wiki/Jambu_biji ), jambu biji memiliki beberapa nama lain, di antaranya jambu batu, jambu siki, dan jambu klutuk. Jambu biji termasuk tanaman tropis yang berasal dari Brasil, lalu disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu biji memiliki variasi warna buah mulai dari yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah ini mengandung banyak vitamin C.

Nah, kembali ke pohon. Ada banyak hal yang biasa saya lakukan di atas pohon. Mulai dari naik turun dan menggelantung layaknya Tarzan; bernyanyi seperti burung-burung; juga mengincar buah-buah jambu setengah matang lalu asyik memakannya di atas pohon. O ya, ada satu hal lagi! Apa itu? Mengganggu teman-teman saya yang kebetulan lewat depan rumah. Hahaha, isengnya saya! :lol: Jika serombongan yang lewat, saya tidak akan memanggil nama mereka satu per satu, cukup dengan sebuah siulan keras, dan mereka pasti akan kegeeran. Celingukan lalu saling bertanya, “Siapa itu?” Begitu mereka sadar dari mana datangnya suara, mereka akan tertawa-tawa karena tahu sayalah pelakunya! :mrgreen: Mereka tidak akan kesal, malah mereka akan sering-sering lewat dan bahkan-kalau mereka cukup nyali-akan datang meminta buah jambu. Makin akrablah persahabatan saya dengan teman-teman. Jadi, iseng-iseng memanjat pohon itu itu tak selalu tak berguna bukan? ;)


TAGS jambu biji memanjat pohon giveaway Aku dan Pohon


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me