#CeritaDariKamar #31 Grey, Sebuah Jawaban “Mengapa Repot Menulis?”

31 Aug 2013

Sebagai penutup #CeritaDariKamar, saya akan memberi jawaban tentang sebuah pertanyaan yang muncul di hari ke-17 lalu. Benda ini adalah salah satu bukti mengapa saya repot-repot menulis. Bukan saja karena saya senang, tetapi juga karena menulis itu menghasilkan! ;) Hasil? Masih ingat kan dengan buku Helvy Tiana Rosa, Menulis Bisa Bikin Kaya? Well, kekayaan itu tidak selalu berupa materi memang. Namun, setidaknya benda satu ini merupakan salah satu bukti pencapaian saya selama tiga tahun menulis di blog.

Grey

Grey

Perkenalkan, namanya Grey, si laptop abu-abu yang saya peroleh karena menang hadiah utama lomba review blog tahun 2012. Sebenarnya hadiah utama bukan berupa laptop, melainkan sebuah iPad 2. Cuma karena saya pikir akan jauh lebih bermanfaat jika diwujudkan menjadi laptop; maka saya pun berusaha menjualnya. Sayang, saya tidak berhasil menjualnya ke toko retail komputer. Alasan mereka karena iPad tersebut tidak memiliki fasilitas 3G, hanya ada wifi saja sekalipun gyga-nya besar. Sementara dilihat dari pangsa pasar, konsumen lebih memilih produk iPad yang bisa 3G. Ya wislah, kalau mereka gak mau, ya saya jual lewat jalan lain.

Untunglah ada teman yang mau saya repoti untuk menjualnya lewat kaskus.com. Setelah dua atau tiga hari dipajang, tawaran harga pun datang dari calon pembeli. Yang bikin saya sedikit gelagapan adalah waktu yang kurang pas. Ketika teman saya menghubungi via SMS soal “mau dilepas di harga berapa”, saya sedang belajar bersama seorang siswa. Akhirnya, terpaksa saya harus membagi fokus pikiran. Sebenarnya saya tidak suka begitu, tapi karena urgent, ya sudahlah.

hadiah utama yang saya terima kala itu: iPad 2

hadiah utama yang saya terima kala itu: kaos dan iPad 2

Setelah disepakati harga yang pas, maka dilepaslah iPad 2 yang masih tersegel itu kepada seorang pembeli yang beralamat di Jl. Godean. Waktu kami bertemu untuk serah terima uang sekaligus membeli laptop di kawasan Malioboro, saya setengah kaget mendengar ceritanya. Ternyata iPad tersebut dibeli oleh seorang ibu untuk anaknya yang masih balita. Buat mainan! OMG! :shock: Sekian juta untuk sekadar membelikan gadget yang nantinya difungsikan sebagai mainan?! Hm, ini permintaan anaknya atau orangtuanya yang mupeng kira-kira ya? *mikir* Kalau saya pribadi, kok ya sayang balita disodori gadget mahal. Anak-anak kan harus tumbuh bebas. Lha kalau dicekoki gadget di usia yang belum semestinya, mau jadi apa nanti?

Hehehe saya sewot sebentar menanggapi cerita itu, tapi berhasil teralihkan ketika tiba di Ramai Mall. Sibuk memilih ini itu … hingga akhirnya jatuh juga pilihan pada si Grey, laptop ASUS berwarna hitam keabu-abuan. Harganya jauh lebih murah ketimbah iPad, tetapi dari sisi kemanfaatan tentu lebih banyak manfaatnya jika saya memiliki ’senjata’ untuk terus menulis dan berbagi inspirasi. Soal kaya, materi, insyaAllah itu semua akan mengikuti di belakang sebagai bonus dari ketekunan. So, masih tetap mau (repot-repot) menulis kan? :D

Well, sekian dulu ya #CeritaDariKamar versi Phie. Sampai jumpa di tema-tema lain yang tak kalah serunya! :)

At last but not the least, thanks to Bernard Batubara (@benzbara_) yang telah melempar tantangan #CeritaDariKamar ini di twitter sebulan lalu. Semoga apa saja yang telah saya bagi bermanfaat dan menginspirasi Sahabat semua. Pareng …. :)


TAGS #CeritaDariKamar laptop blog menulis bisa menghasilkan


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me