THR, Oh.. THR

25 Jul 2013

Kalau beberapa hari lalu saya sudah sedikit membahas soal mudik. Satu hal lagi yang pastinya membuat Ramadhan kita makin ceria adalah THR alias Tunjangan Hari Raya. Ngaku saja deh, siapa sih yang gak suka dengan yang satu ini? Pun termasuk saya. Hm, ya meski saya tidak mendapat THR dari redaksi. *oops, keceplosan! :P

credit

E tapi, daripada mupeng berkepanjangan gegara mengharap THR runtuh (durian kaliii.. :P , lebih baik saya berbagi kenangan yang indah-indah saja. #tsaaah :mrgreen:

Ini berkaitan dengan kesibukan saya selain di redaksi, yup, tutor privat. Sebagai seorang tutor privat, jelang hari raya Idul Fitri seringkali menjadi saat-saat yang menyenangkan untuk menerima THR. Tidak selalu. Biasanya para orangtua siswa lebih sering memberi bingkisan saat periode les privat berakhir.. bolehlah itu saya anggap THR juga #eh? :lol:

Oke. Kita mulai cerita soal THR. *serius mode on*

Alkisah… Saya ingat, kala itu di era sebelum 2008. Saya membimbing beberapa siswa memang, tapi ada satu yang istimewa. Seorang ibu dari siswa, nama beliau Bu Sardi, suka memberi saya THR. Isinya seperti kebanyakan bingkisan yang diberikan kepada para pegawai. Waktu itu saya memang termasuk paling lama mendampingi putra beliau, dari kelas 5 SD hingga 3 SMP. Tentu saja, itu membuat hubungan kami sangat baik. Jadilah, beberapa tahun itu saya menikmati THR dari keluarga beliau. Alhamdulillah… :D

Kalau ditanya seperti apa rasanya.. Hm, pertama kali menerima bingkisan dari beliau, rasanya seperti menerima surprise. Saya gak punya pikiran apapun. Mau diparingi (=diberi) ataupun tidak; saya tetap melakoni gawean tersebut karena saya memang senang melakukannya. Bukan karena THR.

Itu sama seperti yang saya lakoni selama tiga tahun terakhir di redaksi. Tidak ada THR, tapi karena saya senang bekerja di sini, ya tidak apa-apa. Lagipula, bagi saya rezeki itu tidak melulu dari nyadhong (=mengharap). Rezeki harus dijemput. Kalau dapat THR atau bingkisan, itu bonusnya. Ya, meskipun kalau ada teman yang cerita soal THR saya jadi mupeng juga sih hehehe. Namanya juga rezeki beda-beda ya kan? Lihat saja dari sisi terangnya dan semua akan baik-baik saja. Yang perlu diperhatikan baik-baik adalah,

“Rezeki itu bukan hanya dari satu pintu. Kalau pintu yang satu tertutup, insyaAllah yang lain akan dibukakan, tergantung pada usaha kita”

Oke, Sahabat? Yang gak kebagian THR jangan murung ya. Senyum saja yang lebar, sabar… nanti juga dapat. :D


TAGS #ngaBLOGburit THR #CurhatRedaksi bingkisan lebaran


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me