Belum Kapok Belanja Online

27 Jun 2013

Belanja. Kalau mendengar satu kata itu, berbinarlah mata saya. Siapa sih perempuan yang tak suka berbelanja? Asal ada longgar uang dan level prioritasnya mencukupi (saya biasa melakukan pertimbangan ini juga sebelum berbelanja, red.); maka dengan senang hatilah saya berbelanja. Baik berbelanja offline maupun online, bagi saya sama menyenangkan. Hanya saja kadang karena kesibukan yang demikian menuntut dan mengharuskan saya stand by seharian di ruang redaksi…, ya jadilah belanja online menjadi pilihan. Selain saya tak perlu berdesakan mengantri, belanja online lebih efisien waktu dan tenaga, serta bisa saya sambil lalu.

onlineshoppingcredit

Pengalaman berbelanja online pertama kalinya sekitar pertengahan tahun 2012. Waktu itu saya memenangkan sebuah hadiah utama lomba review blog dan ingin membagi kebahagiaan dengan keponakan juga adik sepupu di luar kota. Saya pikir mengirim bingkisan berupa goodie bag akan membuat mereka senang, ya namanya juga anak-anak. Maka, saya pun merancang sebuah rencana belanja online dan untuk menghemat biaya HARUS yang ringan ongkos kirimnya ke alamat tujuan. Itu artinya, saya harus menemukan toko online yang ada di sekitar ibukota sana. Nah lhoo, ke toko yang mana saya harus berbelanja? :?: *mikir lalu bingung dengan sukses*

Susahnya lagi, saya tipe orang yang tidak gampang percaya. Pelajaran berharga dari teman-teman yang pernah mengalami penipuan, saya jadikan pegangan. Belanja di dunia nyata saja bisa tertipu, apalagi di dunia maya! Jangan sampailah belanja online sembarangan. Kalau tidak tahu track record-nya mending gak usah, prinsip saya begitu. Akhirnya pilihan jatuh pada Little O Store, sebuah toko online milik seorang blogger yang beralamat di http://littleostore.com/, maklumlah belum bisa terlalu percaya dengan online shop. :P

Barulah setelah saya mendapat beberapa rekomendasi dari teman blogger, di bulan kesebelas saya meyakinkan diri melakukan order di http://laku.com/. Kala itu ada seseorang yang istimewa di hati, Captain Cartenz, berulang tahun tanggal 10 November. Saya mikir, kira-kira mau diberi kado apa ya? Waktu saya berulang tahun, ia mengirimi kejutan sebuah gaun cantik. Hm, inilah saatnya untuk gantian memberi kejutan. Tapi, apa? Hm, setelah lama berpikir sembari mengacak-acak koleksi barang di online shop tersebut, akhirnya saya ingat ada sesuatu yang kurang dari Capt. Ya, arloji! Maka…, saya pun melakukan menelusur bagian jam tangan pria. Ketemu? Ya! Sebuah jam tangan warna hitam, warna kesukaannya.

Order pertama di laku.com itu saya lakukan via e-mail karena saat saya memutuskan barang mana yang akan dibeli ternyata jam dinding sudah menunjukkan hampir tengah malam. Daripada keduluan orang lain, sementara stok barang tinggal satu, ya sudah… pemesanan saya lakukan via e-mail. Saya jadi berpikir, mungkin ini sebagian dari strategi pemasaran mereka, entahlah hehehe.

Beberapa bulan kemudian, Mei 2013, giliran keponakan perempuan Capt yang berulang tahun. Tahun sebelumnya saya mengirimi Nona sebuah mukena yang saya beli di Jogja lalu dikirim dengan jasa kurir ke ibukota. Ah, setelah dihitung lagi jatuhnya malah lebih mahal alias berat di ongkos kirim. Akhirnya, saya putuskan untuk membeli kado di online shop yang sama. Kali ini sebuah jam tangan lucu saya pilih sebagai hadiah. O ya, sebagai bonus, kedua kado ulang tahun tersebut diberi tambahan kartu ucapan secara gratis. Saya sebagai pengirim pun diberi keleluasaan untuk menuliskan kalimat ucapan via e-mail.

Selain e-mail, online shop ini juga dilengkapi chat box dan para customer service (CS) yang ramah. Lewat chat box, CS memandu proses pemesanan. Saya termasuk konsumen yang rada ribet, tapi untunglah mereka melayani dengan sabar. Seperti misalnya saat saya hanya bisa melakukan pembayaran via SMS banking karena benar-benar tidak sempat keluar kantor untuk melakukan transfer via ATM. Dalam sekali transaksi saya bisa melibatkan beberapa media: chat, e-mail, dan SMS. Untunglah, CS-nya sudah terlatih menangani pelanggan perempuan yang rata-rata ribet (?) hehehe. Senang rasanya berbelanja dengan pelayanan ramah dan responsif semacam itu. Sayangnya, saya tidak bisa meminta kado tersebut dikirim setidaknya H-2 dari tanggal ulang tahun. Maksimal jatah waktu barang menginap adalah 2 x 24 jam, itu menurut CS yang melayani saya. Ya sudah, tidak apa. Toh, itu tidak mengurangi kebahagiaan si penerima kado. Begitulah pengalaman saya berbelanja online. Overall, sejauh ini saya cukup puas dan belum kapok untuk ber-online shopping. ;)

Cerita ini diikutsertakan dalam Arr Rian’s Giveaway -Pengalaman Belanja Online-

giveaway-arr-rians


TAGS pengalaman belanja online giveaway


-

Author

perempuan angin | redaktur jurnal | march equinox | freelance tutoress | Ezy's riding mate

Follow Me